Blog Detail

Artikel

Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan DGL Dorong Peningkatan Kompetensi Pekebun melalui SDMP Angkatan 10

Bengkulu, DGL Learning Instituteย โ€“ Pengelolaan kebun kelapa sawit yang baik tidak terlepas dari kemampuan pekebun dalam memahami kebutuhan tanaman dan menentukan tindakan budidaya sec...

Bengkulu, DGL Learning Institute – Pengelolaan kebun kelapa sawit yang baik tidak terlepas dari kemampuan pekebun dalam memahami kebutuhan tanaman dan menentukan tindakan budidaya secara tepat. Penguatan kemampuan tersebut terus didorong melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026, salah satunya melalui pelatihan Angkatan 10 bagi pekebun di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Pelatihan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh DGL Learning Institute. Kegiatan menjadi wadah bagi pekebun untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan teknis sekaligus memahami bagaimana setiap tahapan budidaya dapat saling mendukung dalam membangun kebun yang produktif.

Rangkaian pembelajaran mencakup berbagai aspek budidaya kelapa sawit, di antaranya persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma, pemupukan, serta Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT).

Pada materi benih dan bahan tanam, peserta diperkenalkan pada pentingnya memastikan sumber bahan tanam yang digunakan memiliki kualitas dan sesuai dengan tujuan pembangunan kebun. Peserta juga memahami bahwa keputusan pada tahap awal tersebut akan memberikan pengaruh terhadap performa tanaman dalam jangka panjang.

Sementara itu, pembelajaran mengenai persiapan lahan menitikberatkan pada pentingnya melakukan pekerjaan secara terencana. Kondisi lahan, sistem drainase, pengolahan lahan, hingga kesiapan lokasi penanaman menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat berkembang dengan baik.

Pada tahapan penanaman, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengaturan jarak dan populasi tanaman, pembuatan lubang tanam, proses transplanting bibit ke lapangan, serta pemanfaatan Legume Cover Crop (LCC). Pemahaman terhadap tahapan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengurangi kesalahan teknis yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pelatihan juga memberikan perhatian pada kegiatan pemeliharaan dan pengendalian gulma. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi kebun agar tanaman tidak mengalami persaingan berlebihan dalam memperoleh air, unsur hara, maupun ruang tumbuh.

Dalam aspek pemupukan, peserta diarahkan untuk memahami bahwa pemberian pupuk perlu dilakukan secara tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Ketepatan dalam pengelolaan pemupukan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.

Selanjutnya, materi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT) memperkuat kemampuan peserta dalam mengenali kondisi tanaman dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi produktivitas. Pengamatan secara rutin dan tindakan pengendalian yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman.

Tidak hanya berorientasi pada teori, pelatihan juga mendorong peserta untuk menghubungkan materi yang diterima dengan kondisi kebun masing-masing. Dengan cara tersebut, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dan menentukan langkah perbaikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Penguatan kompetensi melalui pelatihan Angkatan 10 diharapkan dapat membangun kebiasaan pengelolaan kebun yang lebih terencana. Pekebun diharapkan mampu menerapkan prinsip budidaya secara konsisten, mulai dari tahap persiapan hingga pemeliharaan, sehingga setiap kegiatan memberikan kontribusi terhadap pencapaian produktivitas kebun.

Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor kelapa sawit. Pekebun yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan budidaya sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan kebun secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi BPDP, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan DGL Learning Institute, pelatihan Angkatan 10 di Bengkulu Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pekebun. Penguatan kompetensi dari tingkat lapangan menjadi langkah penting untuk mendukung perkebunan kelapa sawit yang semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Tags: