Blog Detail

Artikel

Kolaborasi BPDP, Ditjenbun, dan DGL Hadirkan Pelatihan SDMP Angkatan 9 untuk Pekebun Bengkulu

Bengkulu, DGL Learning Institute – Pekebun memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan di lapangan...

Bengkulu, DGL Learning Institute – Pekebun memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan di lapangan, pekebun juga dituntut mampu memahami kondisi tanaman, mengenali permasalahan, serta menentukan tindakan yang tepat. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya yang didorong melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 melalui pelatihan Angkatan 9 bagi pekebun di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh DGL Learning Institute ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai berbagai aspek teknis budidaya kelapa sawit. Pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun berdasarkan prinsip budidaya yang tepat dan kondisi nyata di lapangan.

Sejumlah materi menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran, mulai dari persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma, pemupukan, hingga Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT). Setiap materi memberikan pemahaman yang saling berkaitan dalam membangun pengelolaan kebun yang optimal.

Pembelajaran diawali dengan pemahaman mengenai benih dan bahan tanam. Peserta diberikan pengetahuan mengenai karakteristik bahan tanam serta pentingnya memilih benih unggul yang sesuai dengan kondisi kebun. Langkah tersebut menjadi dasar karena kualitas bahan tanam akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan potensi produktivitas tanaman dalam jangka panjang.

Pada aspek persiapan lahan, peserta diarahkan untuk memahami bahwa setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat. Perencanaan, survei dan pemetaan, pembersihan lahan, pengolahan, serta pengaturan drainase menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan penanaman dilakukan.

Selanjutnya, materi penanaman kelapa sawit memberikan pemahaman mengenai pengaturan jarak dan populasi tanaman, pembuatan lubang tanam, transplanting bibit ke lapangan, serta penggunaan Legume Cover Crop (LCC). Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan tanaman pada masa awal pertumbuhan.

Dalam pengelolaan kebun yang sudah berproduksi maupun tanaman belum menghasilkan, pemeliharaan tanaman menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengendalian gulma dan pemupukan agar kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih terarah serta disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Aspek kesehatan tanaman juga menjadi perhatian melalui materi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT). Peserta didorong untuk lebih peka dalam melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman sehingga potensi serangan hama maupun penyakit dapat dikenali dan ditangani secara tepat.

Rangkaian pembelajaran tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang pekebun dalam mengelola kebun. Setiap kegiatan budidaya tidak hanya dilakukan berdasarkan kebiasaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi tanaman, lingkungan, serta tujuan pengelolaan kebun.

Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu melakukan identifikasi masalah, menentukan prioritas pekerjaan, dan mengambil keputusan teknis secara lebih tepat. Kemampuan tersebut menjadi penting dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit.

Pelaksanaan pelatihan Angkatan 9 juga menjadi bagian dari komitmen penguatan SDM perkebunan agar pengetahuan dan keterampilan pekebun dapat terus berkembang. Peningkatan kompetensi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas pengelolaan kebun setelah pelatihan selesai.

Dukungan BPDP dan Ditjenbun, bersama pemerintah daerah dan DGL Learning Institute, menjadi bagian dari sinergi dalam memperkuat kapasitas pekebun di Kabupaten Bengkulu Tengah. Melalui penguatan SDM dari tingkat lapangan, diharapkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dapat semakin profesional, produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Tags: