Blog Detail

Artikel

Kolaborasi BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Hadirkan Pelatihan SDMP untuk Perkuat Kesiapan Pekebu

Bengkulu, DGL Learning Institute – Pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang optimal membutuhkan pekebun yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga dibekali pengetahuan teknis y...

Bengkulu, DGL Learning Institute – Pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang optimal membutuhkan pekebun yang tidak hanya memiliki pengalaman, tetapi juga dibekali pengetahuan teknis yang sesuai dengan perkembangan praktik budidaya. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 melalui pelaksanaan pelatihan Angkatan 8 bagi pekebun di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh DGL Learning Institute ini menjadi ruang pembelajaran bagi pekebun untuk memperkuat pemahaman terhadap pengelolaan tanaman kelapa sawit dari tahap persiapan hingga pemeliharaan.

Pelatihan memberikan pembekalan mengenai sejumlah aspek penting dalam budidaya kelapa sawit, meliputi persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma, pemupukan, serta Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT). Rangkaian materi tersebut disusun untuk membantu peserta memahami keterkaitan setiap tahapan dalam menentukan keberhasilan tanaman di lapangan.

Pada sesi persiapan benih dan bahan tanam, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilih bahan tanam unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan. Penggunaan benih berkualitas menjadi langkah awal yang menentukan potensi pertumbuhan dan produktivitas tanaman dalam jangka panjang.

Pemahaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan materi persiapan lahan. Peserta mempelajari berbagai tahapan yang perlu diperhatikan sebelum penanaman, mulai dari perencanaan dan survei lahan, pemetaan, pembersihan, pengolahan tanah, hingga pembangunan sistem drainase. Pengelolaan lahan yang tepat menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang mendukung perkembangan tanaman.

Memasuki tahapan penanaman, peserta dibekali pengetahuan mengenai penentuan populasi dan jarak tanam, transplanting bibit ke lapangan, pembuatan lubang tanam, serta pemanfaatan Legume Cover Crop (LCC). Peserta juga diberikan pemahaman mengenai titik-titik kritis dalam penanaman yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal sejak fase awal.

Sementara itu, aspek pemeliharaan tanaman diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam menjaga kondisi kebun secara berkelanjutan. Pengendalian gulma dan pemupukan menjadi bagian penting dalam pembelajaran, mengingat keduanya berkaitan erat dengan ketersediaan unsur hara, pertumbuhan tanaman, serta efisiensi pengelolaan kebun.

Peserta juga mendapatkan materi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT) sebagai bekal dalam mengenali potensi gangguan tanaman sejak dini. Melalui pemahaman terhadap pengamatan dan tindakan pengendalian yang tepat, pekebun diharapkan dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan terukur ketika menghadapi permasalahan di kebun.

Lebih dari sekadar menyampaikan materi, pelatihan Angkatan 8 menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkuat kemampuan dalam melihat kondisi kebun secara menyeluruh. Setiap keputusan dalam budidaya, mulai dari pemilihan bahan tanam hingga pemeliharaan, diharapkan dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan tanaman.

Dengan pendekatan tersebut, program pelatihan diharapkan mampu mendorong perubahan dalam praktik pengelolaan kebun di tingkat pekebun. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi peserta untuk melakukan evaluasi terhadap praktik budidaya yang selama ini diterapkan sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia perkebunan yang semakin kompeten dan adaptif. Peningkatan kapasitas pekebun diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya pengelolaan kebun yang lebih terarah, produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui dukungan BPDP dan Ditjenbun, sinergi pemerintah daerah, serta pelaksanaan oleh DGL Learning Institute, pelatihan Angkatan 8 di Bengkulu Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Penguatan kompetensi di tingkat pekebun menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat fondasi perkebunan kelapa sawit yang berdaya saing dari tingkat kebun.

Tags: