Blog Detail

Artikel

Dari Teori hingga Praktik, Pelatihan SDM Angkatan 7 Perkuat Teknik Budidaya Pekebun Bengkulu Tengah

Bengkulu, DGL Learning Institute - Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit di tingkat pekebun. Hal ters...

Bengkulu, DGL Learning Institute - Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit di tingkat pekebun. Hal tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 yang kembali dilaksanakan bagi pekebun Kabupaten Bengkulu Tengah melalui pelatihan Angkatan 7.

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh DGL Learning Institute ini dirancang untuk memperkuat pemahaman pekebun terhadap tahapan budidaya kelapa sawit sekaligus mendorong penerapan praktik pengelolaan kebun yang lebih tepat dan efisien.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran yang mencakup persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pengendalian gulma, pemupukan, serta Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT). Materi tersebut menjadi bekal penting bagi pekebun dalam memahami pengelolaan tanaman mulai dari tahap awal hingga pemeliharaan tanaman di lapangan.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pelatihan adalah pemilihan bahan tanam unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan. Peserta dibekali pemahaman mengenai karakteristik bahan tanam, persilangan untuk menghasilkan benih unggul, serta pentingnya penggunaan bahan tanam berkualitas sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan kebun.

Pada tahap persiapan lahan, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan kebun tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga oleh kondisi lahan yang dipersiapkan dengan baik. Mulai dari perencanaan, survei dan pemetaan, pembersihan serta pengolahan lahan, hingga pembuatan drainase menjadi bagian dari pembelajaran untuk menciptakan kondisi lahan yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Sementara pada materi penanaman, peserta mendapatkan pemahaman mengenai jarak dan populasi tanaman, pembuatan lubang tanam, transplanting bibit ke lapangan, hingga penggunaan tanaman penutup tanah atau Legume Cover Crop (LCC). Peserta juga diarahkan untuk memahami berbagai titik kritis yang dapat menentukan keberhasilan tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Tidak kalah penting, aspek pemeliharaan juga menjadi perhatian dalam pelatihan. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pengendalian gulma, pemupukan, serta PHT sebagai bagian dari upaya menjaga tanaman tetap sehat dan produktif. Penerapan teknik yang tepat diharapkan dapat membantu pekebun menggunakan tenaga kerja dan sarana produksi secara lebih efektif.

Melalui rangkaian materi tersebut, pelatihan Angkatan 7 tidak hanya diarahkan untuk menambah wawasan, tetapi juga membangun kemampuan pekebun dalam mengidentifikasi kondisi kebun dan menentukan tindakan budidaya yang sesuai. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dapat lebih mudah diterapkan dalam aktivitas pengelolaan kebun sehari-hari.

Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari proses penguatan pekebun agar semakin profesional dalam mengelola kebunnya. Peningkatan kompetensi diharapkan dapat mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih baik, penggunaan sarana produksi yang efisien, serta peningkatan produktivitas tanaman.

Dukungan BPDP dan Ditjenbun bersama pemerintah daerah dan DGL Learning Institute menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan kapasitas pekebun di Bengkulu Tengah. Melalui kolaborasi tersebut, program pengembangan SDM diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pekebun dan memperkuat sektor kelapa sawit dari tingkat kebun.

Tags: